Sejarah Koran Kompas

//Sejarah Koran Kompas

Sejarah Koran Kompas

Sejarah Koran Kompas Selama lebih dari 30 tahun, KOMPAS telah menjadi pedoman penentu arah bagi masyarakat pembacanya untuk menempuh kehidupan yang majemuk serta berperan mengemban amanat rakyat untuk mendengarkan nurani mereka. Semboyan “Amanat Hati Nurani Rakyat” yang menempel di bawah logo KOMPAS merupakan gambaran visi dan misi KOMPAS dalam menyuarakan aspirasi rakyat. KOMPAS bertekad mengembangkan institusi pers dengan meletakkan asas keterbukaan dan melepaskan sekat-sekat golongan, ras, agama ataupun kelompok sosial. Kini KOMPAS telah tumbuh menjadi sebuah media yang merupakan rujukan informasi tentang Indonesia dan dunia baik di dalam maupun luar negeri. KOMPAS telah menjadi kata hati juga mata hati bagi masyarakat pembacanya. Aktualitas merupakan unsur sebuah berita, tapi kepercayaan dan kredibilitas adalah yang utama. Karenanya, KOMPAS selalu melihat jauh ke depan dan memantapkan komitmen pengabdian untuk setiap generasi bangsa.

Lintas Sejarah Kompas

Ide pertama terbitnya Harian KOMPAS datang dari Menteri/Panglima TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal Ahmad Yani. Beliau mengusulkan kepada Frans Seda-Ketua Partai Katolik-agar partainya memilki sebuah media untuk menghadang dominasi pemberitaan pers komunis. Petrus Kanisius (PK) Ojong dan Jakob Oetama menggodok terbitnya sebuah surat kabar harian. Frans Seda akan menamai koran itu Bentara Rakyat. Namun, Bung Karno menanyakan, “Mengapa koranmu tak dinamakan KOMPAS, atrinya penunjuk arah?” KOMPAS terbit pertama kali empat halaman tanggal 28 Juni 1965 dengan oplah 4.800 eksemplar. Pada beberapa bulan pertama, KOMPAS sampai di tangan pembaca siang hari. Bahkan, di beberapa kota edisi hari ini diterima pembaca keesokan harinya. Banyak pembaca yang menyebutnya kompas morgen, datang esok hari. Tanggal 2 Oktober 1965, Papelrada Jakarta Raya mengeluarkan larangan terbit (pembreidelan) untuk semua harian, termasuk KOMPAS. Empat hari kemudian KOMPAS diperbolehkan terbit. Tanggal 21 Januari 1978, KOMPAS dibreidel kembali bersama enam surat kabar lainnya karena dinilai meliput secara intensif gerakan mahasiswa 1977-1978. KOMPAS terbit kembali pada 6 Februari 1978. Melihat tingkat sebaran KOMPAS yang mencapai seluruh penjuru Nusantara dan ingin hadir setiap pagi ditangan pembacanya, maka sejak 1 September 1997, KOMPAS memulai sitem cetak jarak jauh di Bawean Jawa Tengah.

Wajah KOMPAS hari ini adalah hasil dari perubahan tata wajah KOMPAS secara besar-besaran pada tanggal 28 Juni 2005. Logo KOMPAS tampil dengan warna biru, jumlah kolom dikurangi dari sembilan menjadi tujuh. Untuk memandu pembaca, di setiap halaman muka sebelah kiri ditampilkan navigasi.

Iklan Koran Kompas

Mencari iklan kompas terklasifikasi kini jauh lebih mudah dengan hadirnya lembar iklan Klasika. Di Klasika, iklan-iklan dikelompokkan menurut kategori serta dilengkapi indeks dan artikel tips yang memberi nilai tambah kepada pembaca. Saat ini, Klasika hadir dalam beberapa kategori, yaitu Urbana, Intermeso, Beranda, Ragam, Karier, Pemberitahuan, Iklan Baris dan lainnya.

Mencari iklan terklasifikasi kini jauh lebih mudah dengan hadirnya lembar iklan Klasika. Di Klasika, iklan-iklan dikelompokkan menurut kategori serta dilengkapi indeks dan artikel tips yang memberi nilai tambah kepada pembaca. Saat ini, Klasika hadir dalam beberapa kategori, yaitu :

• Urbana Halaman informatif yang ditujukan bagi para profesional muda, khususnya yang tinggal di kota besar, seperti Jakarta dan sekitarnya. Urbana menampilkan informasi seputar gaya hidup, mulai dari musik seperti live band dan DJ performance, tempat makan seperti café dan restoran, tren fashion hingga seni.

• Intermeso Merupakan halaman hiburan, berisi informasi penayangan film, jadwal acara televisi, cerita bersambung dan komik.

• Beranda Merupakan halaman yang ditujukan untuk mengulas topik-topik khusus seperti pendidikan anak, kesehatan wanita, piranti digital, asuransi dan lainnya.

• Iklan Kavling Iklan khusus yang dilengkapi dengan tips dan artikel praktis untuk kemudahan para konsumen.

Fitur Klasika Kavling khusus yang ditempatkan di halaman pertama Klasika. Artikel yang disajikan sangat bervariasi, bisa berisi informasi otomotif, kesehatan hingga desain interior.

 Rumah Pengetahuan Rubrik khusus pada halaman Klasika yang dapat dimanfaatkan oleh para pengiklan dari kalangan pendidikan sebagai ekspos optimal dari usaha penyelenggaraan pendidikan mereka.

 Perjalanan Anda Produk iklan KOMPAS Klasika yang mengkhususkan diri pada informasi jadwal penerbangan, tempat menarik, dan tips perjalanan.

 Etalase Informasi produk-produk elektronik terbaru, berisi kegunaan dan fitur-fitur yang terdapat dalam produk tersebut.

 Pernikahan Berisi artikel dan produk-produk pernikahan mulai dari persiapan hingga pelaksanaan termasuk bulan madu, fotografi dan lain-lain. Tujuan produk ini untuk memberikan panduan lengkap, berupa info produk, tips atau artikel lengkap kepada pembaca KOMPAS yang bersiap meniti jenjang pernikahan

 Cita Rasa Produk iklan yang mengkhususkan diri pada informasi tentang restoran dan kafe, yang merupakan salah satu bentuk layanan berupa petunjuk berakhir pekan bagi pembaca KOMPAS

 Gerai Fit Ragam produk kesehatan seperti suplemen, perawatan tubuh maupun pengobatan alternatif lainnya.

• Karier Karier berisi informasi lowongan-lowongan kerja terbaru, yang ditujukan untuk memudahkan pembaca yang sedang mencari tantangan kerja baru dan sebaliknya juga membantu perusahaan dalam merekrut pegawai.

• Pemberitahuan Ditujukan bagi pemasang iklan yang ingin menampilkan berita duka cita, undangan rapat pemegang saham dan pengumuman lainnya.

• Iklan Baris Iklan yang seluruhnya terdiri dari teks, dalam 1 kolom dan disusun berdasarkan kategori produk atau jasa.

By | 2019-11-06T03:15:16+00:00 November 6th, 2019|iklan kompas|Comments Off on Sejarah Koran Kompas